Assalamualaikum
Wr. Wb.
Segala
puji bagi Allah SWT yang masih memberi kita kesehatan dan kesempatannya, serta
tidak lupa salam dan taslim untuk baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Untuk
postingan kali ini kita akan membahas tentang salah satu teknologi Wide Area
Network (WAN) yaitu Frame Relay, sebelum melakukan konfigurasi alangkah baiknya
kalau kita meriview seperti “makanan” yang satu ini.
Jadi frame relay adalah protokol WAN yang
beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat
diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. frame relay adalah
cara mengirimkan informasi melalui WAN yang membagi informasi menjadi frame
atau paket. Masing – masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan
untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame
relay dan dikirim melalui virtual circuit sampai tujuan.
Seiring dengan
perkembangan dunia network frame relay tidak lagi banyak digunakan dalam
kesehariannya. Walaupun ada beberapa yang masih setia untuk menggunakannya.
Tapi untuk mengejar sertifikasi network, frame relay tetap menjadi materi yang
menjadi soal dalam ujian, sehingga mau tidak mau bagi anda yang berminat untuk
mendapatkan sertifikat, frame relay harus anda pelajari. Kali ini kita akan
mempelajari beberapa skenario dalam frame relay.
Berikut beberpa tipe
frame relay yang mesti diketahui
Point to point
·
Tidak membutuhkan mapping L2 dan L3,
karena cuman ada 1 DLCI saja yang dugunakan pada point to point interface
·
Perintah yang digunakan untuk membuat
interface point to point adalah “interface serial 0/0.1 point-to-point”
Multipoint
·
Membutuhkan L2 ke L3 mapping bisa secara
dynamic menggunakan inverse-arp yakni (frame-relay interface dlci) atau bisa
juga menggunakan static mapping (frame-relay map).
·
Secara default main interface pada frame
relay adalah multipoint
Hub and Spoke
·
Komunikasi antar spoke dilakukan melalui
hub.
·
Pada tipe ini inverse arp (dynamic
mapping) hanya bisa berlaku dari spokes ke hub. Sehingga untuk berkomunikasi
dari spoke ke spoke yang melalui hub tidak bisa menggunakan dynamic mapping,
harus menggunakan static mapping.
·
Penggunaan broadcast keyword cukup satu
per DLCI yang digunakan, yaitu menuju hubnya.
Sebuah jaringan frame
relay terdiri dari "endpoint" (PC, server, komputer host), perangkat
akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan
perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1).
Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
· DTE: Data Terminating Equipment adalah
node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini
mencakup "endpoint" dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay.
DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
·
DCE: Data Communication Equipment adalah perangkat "internetworking" pengontrol "carrier". Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
DCE: Data Communication Equipment adalah perangkat "internetworking" pengontrol "carrier". Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
Suatu
jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay
cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi
fisik antara "endpoint" dengan lainnya, melainkan jalur/path logika
yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep
virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (two-way), jalur data yang
didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur
(private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe
virtual circuit (VC), yaitu switched virtual circuit adalah koneksi sementara
yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati
jaringan Frame Relay dan Permanet Virtual Circuit adalah jalur/path tetap, oleh
karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan
"call-by-call". Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan
variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi "circuit" dari awal ke tujuan
tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti
"dedicated point-to-point circuit”.
Demikian
penulis berkoar-koar tentang frame relay, setidaknya ini menjadi bahan
pengetahuan kepada pembaca. Untuk simulasi dan konfigurasi akan dibahas pada
postingan selanjutnya.
Mantap gan.. thx infonya.. tp ada bberapa istilah (alias banyak) yg belum sy mengerti, sperti tipe2 Frame Relay.. mhn bisa dijelaskan dasar2 dari frame relay tersebut...
BalasHapus(y)